Ceramah oleh tgk Muslim dari Lhokseumawe di Mesjid Al- Falah Lueng Putu, Pidie Jaya, Aceh, Minggu, 25 Juni 2017
Oleh Nur Izzati
Allahu akbar Allahu akbar, suara takbir yang berdengung disetiap mesjid maupun meunasah di seluruh penjuru negeri ini menyambut kedatangan hari kemenangan. Setelah selama satu bulan melalui ibadah menahan diri dari segala bentuk nafsu. Di hari berbahagia ini umat islam menyambut kedatangan hari kemenangan dengan suka cita dan sangat bahagia.
Pagi hari tanggal 25 Juni, saya beserta keluarga melangkahkan kaki kami untuk menuju ke tanah masjid kerumah Allah yang maha esa. Kami sekeluarga memasuki masjid dengan hati yang riang untuk mengerjakan salat ied pada pagi idul fitri. Seperti biasa setelah khutbah hari raya di Lueng Putu dan di Aceh umumnya, akan ada ceramah yang dikhutbahkan oleh penceramah yang telah ditentukan oleh hasil musyawarah semua pengurus masjid.
Pada hari minggu kemarin, di mesjid Al falah Lueng Putu tengku penceramah didatangkan dari daerah yang lumayan jauh yaitu, dari Lhokseumawe. Yang mana perjalanannya kurang lebih 4 jam dengan kecepatan standar. Dan juga pembahasan yang beliau sampaikan sangat memuaskan. Dimana beliau tidak hanya membahas tentang keunggulan orang-orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh dan ikhlas namun beliau juga membahas tentang jerih payah seorang ibu dan sejauh mana seorang anak yang sudah menikah akan berkorban bagi ibunya sendiri.
Dalam ceramahnya, beliau juga menekankan tentang pentingnya bagi seorang anak laki-laki untuk tidak mendengarkan istrinya yang menyuruhnya untuk tidak menafkahi ibunya. Beliau juga mengatakan kepada kaum laki-laki, bahwa surga mereka masih dibawah telapak kaki ibu mereka. Jelas dalam hal ini berbeda dengan perempuan yang mana bila perempuan sudah menikah, surga mereka akan terletak di bawah telapak suami mereka.
Dengan sangat menyentuh beliau juga menjelaskan tentang keutamaan membahagiakan anak yatim dan orang-orang miskin dengan menceritakan tentang puteri baginda Rasulullah SAW, dimana pada masa itu, cucu Beliau, Hasan dan Husein tidak memiliki pakaian bagus untuk memeriahkan hari lebaran karena Siti Fatimah dan Saidina Ali tidak memiliki cukup uang untuk membelikan pakaian beru yang diinginkan oleh anak-anak mereka. Sehingga tanpa diduga ditengah-tengah takbir yang berkumandang dengan semangatnya, datanglah seorang malaikat, yang malaikat ini lah penjaga pintu surga, yakni Malaikat Ridwan memberikan pakaian, sorban beserta sepatu yang baru untuk cucu Baginda. Tgk Muslim mengatakan beginilah pahala kalian yang memberikan setengah kebahagiaan kalian dengan memberikan baju kepada fakir miskin dan akan didoakan oleh para malaikat d segenap langit.